Penulis: Wawan Setiawan Bunyi Klakson A vanza itu membangunkan kedua bola mataku yang hampir redup. Perjalananku ke ibu kota dari jalur Solo–Jakarta, terserang macet. Entah apa yang terjadi, bisa jadi karena kecelakaan atau demo massa. Itu pula yang membuat kendaraan saling membunyikan klakson, tak lain agar mereka bisa melejit dan lari dari kemacetan itu. Itulah alasan bus yang kutumpangi ini bergerak sangat lambat, tersendat–sendat. Supir bus sudah terkantuk–kantuk dan terus menenggak kopi dalam botolnya. Beberapa penumpang mulai kepanasan dan mengipasi wajah mereka dengan telapak tangan. Sebaliknya, bapak berkumis lebat yang duduk di sebelahku malah asyik merajut pulau tak berpenghuni, alias tidur. Mulutnya menganga lebar menyerupai beruang madu. Membuatku tak berkutik karena posisi dudukku di dekat jendela. Lengkaplah sudah ketidaknyamanan ini. Tidak tahu berapa jam lagi aku bisa ke kampung halaman. Tak sabar untuk menyalam...