SEKELUMIT KISAH SURYA
Andaikan kita boleh berargumen kepada Tuhan sebelum kita lahir, mungkin kita akan menyeleksi orang seperti apa yang pantas menjadi orang tua kita. Tentulah bukan orang tua miskin yang tidak menjamin masa depan. Bukan pemulung, pengemis, ataupun pedagang kaki lima. Siapa yang mau? Tidak ada orang di dunia yang sudi dilahirkan miskin. Semua diukur dengan uang. Semuanya! Titik! Cuma orang sinting yang berani bilang “Aku siap miskin!”. Atau bisa jadi ini perkara keberuntungan? Dilahirkan miskin dan tidak miskin adalah dua mata koin yang Tuhan lempar untuk kita. Kemiskinan bukan hal aneh bagiku. Aku sudah hidup miskin sejak orok. Orang tuaku miskin, kakek nenekku miskin, mungkin buyutku juga. Kenyataan ini membuat aku sentimentil dengan orang kaya. Aku benci mereka yang suka menceramahi kami untuk sabar. Sabar? Kalau kami tidak sabar mungkin kami sudah mati terjun ke sungai. Mereka dengan mudahnya berkata seolah mereka lebih kuat dari kami, padahal itu hanya skenario mereka karena mer...