Pengalaman Mengajar di SDN Karang Anyar 1 (Kelas Jauh)
Rasanya waktu cepat berlalu. Tidak terasa kita sekarang sudah berada di penghujung bulan Januari 2016. Saya ingin sedikit berbagi pengalaman ketika mengajar di SDN Karang Anyar 1 (Kelas Jauh), tepatnya dari tahun 2012 - 2014. 2 tahun mungkin waktu yang cukup singkat bagi sebagian orang. Tapi bagi saya, 2 tahun yang diberikan tempat itu sangat berarti.
Awal pertama kali bisa mengajar disitu adalah karena tawaran yang saya terima dari Pak Endang, guru Bahasa Inggris saya di SMA dulu. Beliau menawarkan saya bekerja disana untuk posisi guru Bahasa Inggris menggantikan beliau. Beliau tidak bisa mengajar lagi karena suatu alasan. Ada sedikit rasa gugup waktu itu walaupun mengajar sebenarnya bukanlah hal yang baru bagi saya. Waktu itu saya masih duduk di semester 4. Masih sangat muda. Yah, mungkin jiwa muda saya yang membuat emosi kadang naik turun dan membuat saya gugup. Beruntung rekan - rekan guru disana sangat baik. Bu Ilah, Bu Sumiyati, Bu Tumirah, Bu Kus, Bu Cici Bu Khotli, Pak Arifin, Pak Taryono, Bu Wiwi, Mas Yadi, dan semuanya sangat baik. Saya harus mengajar 6 kelas dari kelas 1 - 6. Saya tidak merasa kesulitan untuk mengajar Bahasa Inggris, hanya saja agak kesulitan untuk mengarahkan mereka yang masih terbilang anak - anak. Tapi memang semua butuh waktu, kedepannya saya pun bisa membiasakan diri dengan mereka. Anak - anak memang sangat menggemaskan tingkahnya. Terutama anak kelas satu. Mereka lucu dan tingkahnya selalu membuat saya terhibur. Begitupu juga kelas - kelas lainnya. Merasa bisa mengusir kebosanan saya. Walaupun tidak menutup kemungkinan ada beberapa yang bandel dan menyita banyak energi ketika mengajar.
Banyak sekali momen - momen yang terjadi. Momen yang manis, pahit, dan bahkan memalukan sekalipun. Ada momen dimana saya harus membantu melatih siswa ikut lomba - lomba, momen ketika harus menyiapkan pelepasan siswa kelas VI, bahkan momen ketika harus membantu guru - guru di koperasi sekolah. Pokoknya lengkap dan paket komplit. Saya pun banyak belajar dari guru - guru disana. Belajar bagaimana cara mengajar, memimpin, dan yang terpenting menyikapi anak - anak. Tak bisa dipungkiri, ada kerinduan di sekolah itu hingga saat ini, Terlebih sekarang saya di Jakarta dan jauh dari lokasi.
Hal yang ingin saya ceritakan kali ini adalah pengalaman ketika mengajar kelas VI. Kelas itu selalu heboh dan hidup. Tidak bisa saya sebutkan satu persatu siapa mereka karena mungkin saya tidak bisa hafal 100% namanya. Tapi buat saya kelas itu sangat unik. Mereka itu kelas yang diketuai oleh Agum, anak yang rajin, sopan, dan penuh perhatian ke guru, Wulan, Wening, Annisa, Sinta (animes lover), Aldi, Hilmi, Firman, Ari, Nenden, Evi, Shofwan, Bella, Hadi, Aqshal, Nadya, Rozak, dll (Maaf ya gak bisa disebutkan semuanya, tapi kalau ketemu saya ingat pasti). Kalau boleh pesan, kekompakan kalian harus dipertahankan. Jangan luntur karena jarak ya.. Kapan - kapan boleh kita ketemu dan silaturami. Pasti kalian semua sudah berubah dan tumbuh lebih dewasa. Dan beberapa hari yang lalu saya dapat kiriman foto karya Sinta. Fotonya keren! Dua jempol untuk Sinta. Saya sedikit tidak percaya dengan perubahan yang terjadi pada kalian semua. Sekarang kalian semakin matang kelihatannya. Semakin cantik dan tampan. Tapi ingat, disekolah tetap utamakan belajar biar orang tua kalian bangga ya..
Kenangan tinggal kenangan, keputusan yang saya ambil untuk berhenti mengajar di Sekolah itu mungkin berat. Tapi keadaan yang mengharuskan saya, Tapi, berhenti mengajar bukan berarti hubungan diantara kita semua berhenti kan? Akhirnya, saya pun menunjuk teman saya, Fatkhul, untuk menggantikan saya mengajar disana. Dia orang yang baik, pintar, dan religius. Saya pikir saya sudah memilih orang tepat.
Kedepannya, saya berharap sekolah itu terus mencetak generasi yang unggul, Terus mencetak prestasi dan jangan kalah dengan sekolah lain. Saya melihat potensi anak - anak yang hebat disana. Yang bisa menjadi juara dan pemenang.

Komentar
Posting Komentar